BANGKIT DARI KESULITAN

Referensi       : Ceramah Ust. Adi Hidayat

Channel YT   : Adi Hidayat Official

Bagaimana paparan dan pedoman hidup yang disampaikan dalam Al Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW terkait dengan bangkit di masa sulit?

Konsep kehidupan diantara yang disampaikan dalam pedoman Al Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW :

Q.S 51:49 sebagai kaidah dasar memasuki konsep bangkit dari kesulitan.

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)“

Ayat tersebut menerangkan bahwa, dalam segala hal baik yang bernyawa dan tidak bernyawa Allah SWT ciptakan secara berpasang-pasangan, agar kita sadar bahwa hanya Allah SWT yang tidak memiliki pasangan.

Segala hal yang berpasangan ini selalu membawa hikmah, yang dengan hikmah itu dapat membimbing kita mencapai kemasalatan hidup untuk meraih ridho Allah SWT.

Begitu juga dengan sifat, salah satu diantaranya adalah sifat mudah dan sulit.

Dalam bahasa Arab ada dua makna sulit, yaitu so’bun artinya sulit relatif dan ngusro artinya sulit mutlak. So’bun dipasangkan dengan sifat sahlun artinya kemudahan yang relatif dan ngusro berpasangan dengan yurrun yaitu kemudahan secara mutlak.

Q.S 94 menerangkan kesulitan yang tercantum dalam Al Qur’an bukanlah so’bun (kesulitan relatif), akan tetapi kesulitan yang bersifat mutlak (ngusro) dan pasangannya yurrun kemudahan mutlak. Ayat ini menjelaskan dalam situasi yang paling sulit sekalipun (mutlak), Allah SWT pasangkan kesulitan itu dengan kemudahan yang semudah mudah-mudahnya (mutlak).

Al Qur’an selalu menampilkan harapan motivasi. Tidak ada satu diksipun di dalam Al Qur’an yang membuat seseorang pesimis untuk menghadapi setiap persoalan yang dihadapi.

Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa perkara orang beriman begitu mengagumkan, karena semua yang dihadapi selalu dipandang dalam persepsi yang baik. Dalam situasi suka dia bersyukur dan dalam kesulitan dia bersabar.Pedoman untuk dapat membangun sikap seperti ini ada dalam Q.S 91: 7-10. Dalam surat ini dijelaskan bahwa Allah SWT mengilhamkan pada manusia dua potensi berlawanan yang akan dibawa hingga akhir hayat. Potensi tersebut adalah sifat-sifat  yg mengatur nilai kehidupan. Ada sifat baik atau mulia disebut dengan taqwa dan lawannya fujur diciptakan sebagai katalis agar  sifat yang baik tersebut muncul.

Sebagai contoh adalah sifat marah yang berpasangan dengan sifat sabar. Marah diciptakan bukan ingin menjadikan seorang manusia menjadi pemarah tapi sebagai katalis agar sifat sabar tersebut muncul. Karena jika tidak ada sifat marah, maka mustahil orang menghadirkan sifat sabar.

Begitu juga dengan sifat mudah dan sulit. Al Qur’an memberikan gambaran bahwa kesulitan diciptakan sesungguhnya bukan untuk menjadikan hidup manusia menjadi sulit, akan tetapi untuk menjadi katalis agar sifat mudah tersebut muncul. Karena jika tidak pernah mengalami kesulitan, maka  tidak pernah tahu bahwa ada kemudahan. Di dalam Al Qur’an sesuai dengan firman Allah SWT dijelaskan bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan.

Sebagai contoh dalam kehidupan rumah tangga semua berharap dapat tercipta kehidupan rumah tangga yang sakinah. Sakinah artinya, ketenangan yang didapatkan setelah masa sulit hilang.

Berdasarkan Q.S 2:201 dalam ajaran agama Islam kita dituntut untuk meraih kesuksesan dalam dunia dan akhirat. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS 2:214 untuk meraih kesuksesan ada ujian dari Allah SWT. Dalam konteks akhirat jannah diartikan surga sebagai puncak tertinggi dari kesuksesan. QS 2:25 menjelaskan surga sebagai puncak tertinggi kesuksesan yg harus diraih. Semua orang yang sukses pasti menghadapi tantangan. Semakin tinggi kesulitan yangg dihadapi maka semakin dahsyat kesuksesan yang dapat kita raih.

QS 2:286 menjelaskan bahwa Allah SWT tidak mungkin menguji hamba diluar batas kemampuannya.

QS 2:214 Allah SWT memberikan tahapan untuk meraih kesuksesan sesuai dengan kadar keanggupannya:

1.  Ba’sa (ujian ringan) >< sukses ringan

2.  Dara’(ujian sedang) >< sukses sedang

3.  Zulzilu (ujian berat) >< sukses besar

Bagaimana caranya mengolah kesulitan mnejadi kemudahan?

QS 3:142 dalam ayat ini dijelaskan untuk meraih kesuksesan harus dengan kesungguhan dan keseriusan. Setelah keseriusan maka berserah diri kepada AllahSWT.

Ada 3 makna utama dalam kesungguhan dan keseriusan untuk meraih kesuksesan:

1.     Kesungguhan dalam merencanakan.

2.     Eksekusi semua rencana (jihad) perjuangan melalui fisik.

3.     Mujahadah perjuangan menolak gejolak emosi. Perjuangan ini untuk tetap menjaga niat lurus.

Tiga aspek ini disebut jahadu. Semua tahapan ini hendaknya dilakukan dengan kesabaran.

Comments