HUBUNGAN Q.S AL KAHFI & DAJJAL
Q.S
Al Kahfi merupakan surat makiyah, yaitu surat yang turun sebelum hijrah. Jumlah
surat ini ada 110 ayat, dan artinya gua. Keutamaan membaca surat Al Kahfi yaitu,
akan menjadi cahaya pada hari kiamat dari tempat tinggalnya sampai ke Mekkah.
Keutamaan lain barang siapa yang menghafal 10 ayat pertama surat Al Kahfi dan
10 ayat terakhir akan terlindungi dari fitnah dajjal. Barang siapa membaca 110
ayat akan menjadi cahaya antara dia sampai ke langit.
Ada
kecocokan antara 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir. Di awal Allah SWT
menjelaskan tentang Al Qur’an dan di akhir Allah SWT juga menjelaskan tentang Al Qur’an. Bahwasannya yang
akan menyelamatkan diri kita dari fitnah adalah Al Qur’an. Saat ini banyak
terjadi fitnah karena kita mulai jauh dari Al Qur’an.
Surat
Al Kahfi berbicara tentang fitnah dan apa yang dapat menyelamatkan diri kita
dari fitnah tersebut. Ada 4 pokok utama di dalam Surat Al Kahfi antara lain:
1.
Fitnah
Din (Fitnah Agama)
Dalam Surat Al Kahfi ayat 9 s/d 26 dikisahkan anak-anak muda yang merupakan anak-anak raja dan mereka beriman di atas agama Nabi Isa AS. Mereka hidup di zaman raja yang bernama Daqius di Kota Tarasus. Mereka melarikan diri ke gua untuk menyelamatkan agama mereka. Hal ini terjadi, dikarenakan mereka mendapatkan tekanan dan intimidasi dari raja tersebut dan dihalangi untuk beribadah kepada Allah SWT. Pada ayat berikutnya yaitu 27 s/d 29 dijelaskan bahwa yang dapat menyelamatkan diri kita dari fitnah agama adalah bersahabat dengan orang-orang sholeh, mengingat akhirat dan membaca Al Qur’an serta mentadaburi maknanya.
2.
Fitnah
Harta
Pada ayat 32 s/d 44 dalam Surat Al Kahfi diceritakan ada seseorang yang diberikan 2 kebun oleh Allah SWT. Namun dia berlaku sombong serta mengatakan bahwa kebun tersebut akan kekal abadi. Kemudian dia diingatkan oleh sahabatnya yang beriman agar jangan lupa kepada Allah SWT yang menganugerahkan nikmat kepadamu. Akan tetapi dia ingkar, sehingga kebun tersebut dimusnahkan oleh Allah SWT. Sesudah itu dia pun menyesali perbuatannya, namun penyesalan itu tiada berarti. Berdasarkan ayat 45 & 46 dijelaskan bahwa yang dapat melindungi diri kita dari fitnah harta adalah yang pertama harus memahami hakikat dunia, bahwa dunia ini tidak akan kekal abadi. Dan yang kedua harus menyibukan diri kita dengan amalan-amalan akhirat.
3. Fitnah Ilmu
Diceritakan kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS dalam Surat Al Kahfi ayat 60 s/d 82. Pada saat Nabi Musa qotib di Bani Israil, Beliau ditanya “siapa orang yang paling shaleh di muka bumi ini?”. Karena Nabi Musa AS adalah seorang Nabi utusan Allah SWT maka Nabi Musa AS menjawab “Ana/Saya”. Maka Allah SWT ingin memberitahukan bahwa ada yang lebih alim lagi yaitu Nabi Khidir AS. Kemudian Nabi Musa AS belajar kepada Beliau. Pelindung dari fitnah ilmu yang pertama adalah harus tawadhu’. Semakin tinggi ilmu maka semakin tawadhu’ akhlaq kita. Kedua jangan tertipu dengan ilmu yang dimilki karena akan ada yang lebih pintar dan berilmu dari pada kita.
4.
Fitnah
Kekuasaan
Dikisahkan dalam Surat Al Kahfi ayat 83 s/d 89 seorang Raja yang sholeh bernama Dzulkarnain. Seorang Raja yang sudah keliling dunia dengan ilmu dan kekuasaanya, tapi tidak tertipu dengan apa yang Allah SWT berikan kepadanya. Melainkan dimanfaatkan untuk membantu orang lain. Pelindung dari fitnah kekuasaan berdasarkan ayat 103 dan 104 adalah dengan ikhlas kepada Allah SWT dan harus senantiasa ingat akhirat.
Pengerat utama dari
ke 4 fitnah tersebut adalah iblis yaitu diterangkan pada pertengahan Surat Al
Kahfi. Allah SWT telah memerintahkan kita agar tidak mengikuti langkah setan
karena setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Dalam Surat Al Kahfi terjadi semua cara
berdakwah yaitu antara lain:
a.
Dakwah anak muda kepada orang tua.
b.
Seorang sahabat yang mengajak sahabatnya
untuk mengingat Allah SWT.
c.
Seorang Guru yang mengajari Muridnya.
d. Seorang Raja yang mengajak rakyatnya senantiasa dekat dengan Allah SWT.
Ada sebuah pertanyaan
bahwasannya, “kenapa anak-anak muda para
penghuni goa tersebut, mereka tidak disebut namanaya oleh Allah dalam Al
Qur’an?” Hal ini dikarenakan cerita atau kisah ini bisa berulang berkali-kali
di dunia. Dijelaskan bahwa, apabila Allah menyebutkan nama dalam Al Qur’an,
berarti kisah itu tidak akan terulang. Seperti kisah Nabi Isa AS dan Sayyidina Maryam
yang disebut nama Beliau oleh Allah SWT dalam Al Qur’an, maka kisah tersebut
tidak akan terulang kembali.
Berbeda
apabila Allah SWT tidak menceritakan nama di dalam Al Qur’an, maka kisah
tersebut bisa terjadi berulang-ulang. Sebagaimana kisah anak-anak muda penghuni
gua untuk menyelamatkan agama Allah SWT karena mendapat tekanan dan intimidasi,
bahkan dihalangi untuk beribadah kepada Allah SWT. Saat ini sudah terjadi yaitu
yang punya kekuasaan menekan, intimidasi dan bahkan menghina ulama.
Dalam
Al Qur’an kisah seperti fir’aun, karena fir’aun bukan nama melainkan gelar maka
cerita fir’aun seorang raja dzalim yang akan mengajak rakyatnya menyembah dirinya
atau berkuasa dan menyuruh semua orang taat pada dirinya, itu pasti akan
terjadi pada setiap zaman setiap waktu. Contoh Suriah, seorang raja yang
mempertahankan kekuasaan walaupun dengan membunuh rakyatnya.
Di
dalam firman Allah SWT, ketika Allah SWT memerintahkan agar semua sujud kepada
Nabi Adam AS maka malikat bersujud kecuali iblis. Allah menegur kita “Aku
memusuhi iblis karena tidak mau sujud kepada ayah kalian Nabi Adam AS”. Tapi
banyak yang mengkuti dan mengadakan perjanjian dengan iblis. Dalam Surat Ibrahim
dijelaskan iblis berkhutbah di neraka jahanam bahwa “aku tidak memaksa kalian
mengikuti saya jangan menyalahkan saya tapi salahkan diri kalian. Allah sudah
janji kepada kalian dan saya sudah janji kepada kalian. Allah menepati janji
kalian dan saya tidak bisa menepati janji.” Iblis melarikan diri dari janjinya
di hari kiamat.
Hubungan
Surat Al Kahfi dengan fitnah dajjal adalah:
Kata
ulama dajjal akan muncul sebelum hari kiamat, tanda terakhir paling kecil adalah
munculnya Imam Mahdi, tanda besar pertama yang muncul adalah dajjal. Muncul nya
dajjal sebelum kiamat membawa 4 fitnah diantaranya:
1.
Fitnah
agama
Fitnah agama ditandai dengan dajjal akan meminta dari semua manusia untuk menyembahnya dia mengaku Rabb alam semesta. Nabi Muhammad SAW mengatakan Rabb kalian Maha Sempurna” Semua kesempurnaan kemuliaan milik Allah SWT. Fitnah ini menimpa diri kita agama keyakinan kita. Sampai pertama muncul diikuti 70.000 orang yahudi karena dajjal versi yahudi adalah Imam Mahdi mereka. Berbeda dengan Imam Mahdi dalam agama kita agama Islam adalah Muhammad Bin Abdullah, namanya sama dengan Rasulullah nama ayahnya sama dengan nama ayah Rasulullah.
2.
Fitnah
harta
Tanda fitnah harta, dajjal akan memerintah langit menurunkan hujan. Bahkan akan menggoda orang dengan harta yang mereka bawa. Persis pada kisah yang diceritakan dalam Surat Al Kahfi, yaitu orang yang punya kebun lalu diingatkan oleh sahabatnya untuk mengingat Allah SWT yang Maha Memberi Nikmat tersebut.
3.
Fitnah
ilmu
Dalam fitnah ilmu, dajjal akan menguji memfitnah kita dengan pengetahuan, dia akan memberitahukan kita banyak berita dan banyak orang akan tergoda dan banyak orang akan mengikutnya
4.
Fitnah
kekuasaan
Fitnah kekuasaan, dajjal akan menguasi seluruh bumi kecuali Mekkah dan Madina. Karena di Mekkah dan Madina ada malaikat yang menjaga dengan pedangnya setiap kali dajjal mau masuk, sampai dia akan menggoda seluruh orang dengan kekuasaan yang diraih.
Demikian fitnah yang
dijelaskan oleh Allah SWT dalam QS Al Kahfi. Mudah-mudahan di dalam Surat ini kita
banyak mengkaji, membaca dan mempelajarinya setiap malam Jum’at atau hari
Jum’at, agar senantiasa kita meraih keberkahan kemuliaan dan terjaga dari pada
fitnah dajjal. Mudah-midahan kita dijaga Allah dari fitnah manusia, syetan dari
orang dengki. Maka dari itu jaga Allah, jaga keluarga kita, jaga harta semoga
kita seluruh Umat Isam diridhoii Allah SWT Amin.
Ustadz Syaikh Ahmad
Almisry
Video Youtube Channel
Permata Qolbu
Comments
Post a Comment